Penguatan hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar semakin penting di tengah kebutuhan pembangunan yang tidak bisa dikerjakan sendiri oleh satu pihak. Dalam konteks ini, Program KLK atau Kampung Lingkar Kampus menjadi jembatan yang mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan nyata warga di sekitar lingkungan perguruan tinggi. Di Universitas Brawijaya, program ini disosialisasikan sebagai langkah untuk memastikan kehadiran kampus memberi dampak langsung yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
KLK Bukan Sekadar Program Seremonial
Yang membuat program seperti KLK menarik adalah arahnya yang tidak berhenti pada kegiatan simbolis. Semangat utamanya adalah membangun hubungan dua arah. Kampus tidak hanya datang membawa gagasan, tetapi juga belajar memahami persoalan riil yang dihadapi warga. Model seperti ini membuat masyarakat tidak diposisikan sebagai penerima pasif, melainkan sebagai mitra yang ikut menentukan bentuk solusi. Pendekatan kolaboratif seperti ini juga sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan kolaborasi antar elemen masyarakat dan penguatan kompetensi kepemimpinan melalui pengalaman nyata di lapangan.
Ruang Nyata untuk Mahasiswa Belajar dari Kehidupan Sosial
Program KLK juga memberi nilai penting bagi mahasiswa. Kegiatan luar kampus pada dasarnya dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami dinamika sosial, kebutuhan komunitas, dan tantangan pembangunan yang nyata. Contoh dari pelaksanaan KLK di Universitas Bangka Belitung menunjukkan bahwa skema seperti ini dapat berbentuk riset dan keterlibatan langsung di desa, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang memperkaya sudut pandang akademiknya.
Sinergi yang Mendorong Dampak Berkelanjutan
Ketika penguatan sinergi kampus dan masyarakat membangun hubungan yang sehat, manfaatnya tidak berhenti pada satu kegiatan. Sinergi yang kuat bisa melahirkan program pemberdayaan, riset terapan, pendampingan sosial, hingga penguatan komunitas lokal. Dari sisi kampus, ini memperkuat fungsi pengabdian masyarakat. Dari sisi warga, kehadiran kampus menjadi lebih relevan karena benar-benar menjawab kebutuhan sekitar. Menurut pandangan saya, kekuatan utama KLK ada pada kemampuannya mengubah kampus dari institusi yang terlihat jauh menjadi bagian aktif dari ekosistem sosial di sekitarnya.
